Selasa, 02 Maret 2010

Aplikasi ZIKR dalam Pembelajaran


Berdasarkan hasil penelitian pengendalian mutu pendidikan, bahwa pendidikan memegang peranan kunci dalam pengembangan sumber daya manusia dan insan yang berkualitas. Secara kuantitas, kemajuan pendidikan di Indonesia cukup menggembirakan, namun secara kualitas perkembangannya masih belum merata. Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), satu hal yang masih menjadi keprihatinan adalah kemampuan SMK dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja. Beberapa tahun sebelumnya Departemen Pendidikan Nasional telah menggariskan kebijakan “link and match” dalam meningkatkan relevansi program pendidikan kejuruan tersebut, disusul lagi dengan program yang sangat digembar-gemborkan bahwa SMK BISA!. Kebutuhan terhadap program pendidikan yang relevan dengan tuntutan dan perkembangan dunia kerja dilatarbelakangi oleh kemajuan masyarakat dan dunia kerja yang sangat cepat sebagai akibat dari kecepatan laju perkembangan ilmu dan teknologi. Untuk meningkatkan kemampuan SMK dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja, dibutuhkan model pengendalian mutu pendidikan berdasarkan studi empiris dengan landasaan konseptual yang kuat. APLIKASI Dewasa ini dunia kita ditandai oleh perubahan-perubahan yang sangat cepat dan bersifat global. Hal itu diakibatkan oleh perekembangan ilmu dan teknologi yang sangat cepat, terutama dalam bidang komunikasi dan elektronika. Perkembangan dalam bidang ini telah mengakibatkan revolusi informasi. Sejumlah besar informasi, hampir mengenai semua bidang kehidupan dari semua tempat. Semua aspek dan kegiatan telah terhimpun, terolah, tersimpan, dan tersebarkan. Secara terbuka, setiap saat informasi tersebut dapat diakses, dibaca, serta disaksikan oleh setiap orang, terutama melalui internet, media cetak, dan televisi. Revolusi informasi telah mengakibatkan dunia menjadi semakin terbuka, menghilangkan batas-batas geografis, administrattif-yuridis, politis dan sosial budaya. Masyarakat global, masyarakat teknologis, ataupun masyarakat informasi yang bersifat terbuka, berubah sangat cepat dalam memberikan tuntutan, tantangan, bahkan ancaman-ancaman baru. Pada abad sekarang ini manusia-manusia dituntut untuk berusaha tahu banyak (“knowing much”), berbuat banyak (“doing much”), mencapai keunggulan (“being excellence”), menjalin hubungan kerja sama dengan orang lain (“being sociable”), serta berusaha memegang teguh nilai-nilai moral (“being morally”). Manusia-manusia “unggul, bermoral, dan pekerja keras” inilah yang menjadi tuntutan dari masyarakat global. Manusia-manusia seperti ini akan mampu berkompetisi, bukan saja dengan sesama warga dalam suatu daerah, wilayah, ataupun negara, melainkan juga dengan warga negara dan bangsa lainnya. Dasar-dasar pengembangan manusia “unggul, bermoral, dan pekerja keras” diberikan di sekolah. Selanjutnya, pengembangan berlangsung di masyarakat dan lingkungan-lingkungan pekerjaan. Sekolah tidak mampu mencetak menjadi manusia-manusia tersebut, tetapi memberikan landasan, dasar-dasar, dan embrionya untuk dikembangkan lebih lanjut. Pengembangan manusia-manusia “unggul, bermoral, dan pekerja keras” berlangsung dalam proses yang lama, hampir sepanjang hayat, tetapi dasar-dasarnya diberikan dan dikembangkan dalam proses pendidikan terutama di sekolah. Sekolah menengah jenjang SLTP/MTs dan SMU/SMA mempunyai peranan yang sangat penting dalam memberikan dasar-dasar bagi pengembangan manusia “unggul, bermoral, dan pekerja keras”. Berbeda dengan SMK yang memberikan dasar-dasar bagi pengembangan kecakapan kerja, SLTP/MTs dan SMU/SMA memberikan dasar-dasar bagi pengembangan kecakapan akademis dan kecakapan hidup yang bersifat umum. Pendidikan SLTP/MTs dan SMU/SMA sendiri berperan memberikan keunggulan, moral dan karakter pekerja keras pada bidang-bidang studi dan jenjangnya. Mutu pendidikan atau mutu sekolah tertuju pada mutu lulusan. Merupakan sesuatu yang mustahil, pendidikan atau sekolah menghasilkan lulusan yang bermutu, jika tidak melalui proses pendidikan yang bermutu pula. Merupakan sesuatu yang mustahil pula, terjadi proses pendidikan yang bermutu jiKa tidak didukung oleh faktor-faktor penunjang proses pendidikan yang bermutu pula. Proses pendidikan yang bermutu harus didukung oleh personalia, seperti adminstrator, guru, konselor, dan tata usaha yang bermutu dan profesional. Hal tersebut didukung pula oleh sarana dan prasarana pendidikan, fasilitas, media, serta sumber belajar yang memadai, baik mutu maupun jumlahnya, dan biaya yang mencukupi, manajemen yang tepat, serta lingkungan yang mendukung. Mutu pendidikan bersifat menyeluruh, menyangkut semua komponen, pelaksana, dan kegiatan pendidikan cukup kompleks, satu kegiatan, komponen, pelaku, waktu, terkait, dan membutuhkan dukungan dari kegiatan, komponen, pelaku, serta waktu lainnya.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda